Perawatan Clodi: Teknik Menjemur popok kain

IMG_20161001_162529

Tak perlu banyak penjelasan, gambar di atas bisa menjadi petunjuk untuk Cloth diapering Moms and Dads tentang salah satu cara perawatan popok kain.

Gee Gallery sebagai produsen GG menyarankan teknik penjemuran dengan posisi outer clodi seperti gambar di atas karena cara ini paling aman untuk

(1) mencegah melarnya karet outer clodi apabila hanya salah satu sisinya yang direkatkan ke tali/tiang jemuran. Air yang meluncur turun akan menjadi pemberat pada sisi bawah popok apabila cara tersebut dipakai. Karenanya, disarankan kepada Moms and Dads untuk memberlakukan cara penjemuran seperti gambar di atas, agar air mencari jalan dari 2 sisi outer clodi yang menjulur ke bawah untuk mengurangi berat air pada salah satu sisi

(2) bagian inner harus menghadap ke matahari apabila Moms and Dads ingin menghilangkan noda-noda/sisa bercak pup si Kecil. Tahukah Moms and Dads bahwa sinar matahari bermanfaat untuk menghilangkan noda? Tentunya selain juga memastikan hilangnya bakteri karena bagian inner kering sempurna. Hal yang sama berlaku untuk penjemuran pembalut kain.

Untuk referensi lebih lanjut tentang perawatan popok kain dan pembalut, silakan meluncur ke link ini

Happy Cloth Diapering, Smart Moms and Dads!

Perawatan Cloth Diaper/Clodi (dan pembalut kain)

Seringkali kami ditanya oleh kawan maupun calon customer, “Bagaimana sih cara perawatan clodi? Susah gak?”. Pada artikel ini, kami mau berbagi cara perawatan clodi berdasarkan pengalaman kami serta dari berbagai sumber lain, termasuk pengalam customer kami.

Perawatan clodi atau cloth diapers alias popok sekali pakai pada dasarnya mudah. Hanya butuh penyesuaian sedikit saja. Kami akan jabarkan cara perawatan clodi mulai dari pencucian, pengeringan dan stripping.

No Perlakuan Yes No With Note
1 Mesin Cuci Ya Dua tabung
2 Manual kucek tangan Ya
3 Detergen Ya Tanpa pewangi, pelembut, pemutih
4 Setrika Tidak
5 Mesin pengering Tidak
6 Stripping Ya Beberapa bulan sekali, atau bila performa clodi menurun (lekas bau pesing, bocor)
7 Insert dijemur di bawah matahari Ya
8 Outer dijemur di bawah matahari Tidak Jemur di bawah bayang-bayang

1. Pencucian

Pada dasarnya, mencuci clodi tidak membutuhkan detergent terlalu banyak. Yang diutamakan dalam pencucian adalah bagaimana urine si kecil yang ditampung oleh insert menjadi bersih. Beberapa cara pencucian yang dilakukan mommies pengguna clodi bahkan tidak menggunakan detergent sama sekali melainkan hanya air mengalir yang banyak sehingga bisa dipastikan insertnya bersih dari urine.

Detergent yang disarankan untuk pencucian clodi (maupun pencucian pembalut kain) adalah detergent yang tidak mengandung pelembut, pemutih, pewangi (misalnya Att@*k Easy). Kenapa? Karena zat pelembut (softener), pewangi maupun pemutih lebih banyak meninggalkan residu (atau sisa) saat dilakukan pencucian. Tiga zat tersebut tidak mudah larut habis terbawa air. Bayangkan kalau mommies menggunakan conditioner saat bershampoo. Walaupun sudah dicuci berulang-ulang, rambut akan tetap licin karena memang zat conditioner itu tidak mudah terbawa habis oleh air (karena memang fungsinya melicinkan dan melemaskan rambut).

Nah, residu pelembut, pewangi dan pemutih ini akan menutup pori-pori insert bila bertumpuk terus. Pada akhirnya, residu akan menghalangi fungsi insert untuk menyerap urine si Kecil. Kemampuan insert yang menurun dalam penyerapan akan ditandai dengan bau pesing yang tercium saat clodi baru saja dipakai ataupun bocornya clodi. Waktunya STRIPPING*.

2. Mesin cuci dan pengering

Penggunaan mesin cuci untuk pencucian clodi sangat diperbolehkan. Jangan lupa rekatkan laundry tab yang terdapat pada outer clodi agar saat pencucian, perekat pada clodi (hook and loop/velcro/perepet) tidak menempel di pakaian-pakaian lainnya. Akan lebih aman juga bila Mommies menggunakan laundry bag, misalnya laundry bag keluaran GG.

Walaupun diperbolehkan untuk pencucian dengan mesin cuci, namun pasti akan lebih awet bila mommies melakukan pencucian manual dengan tangan. Agak lebih capek dan makan waktu, tapi sebagian orang menikmati juga mencuci manual dengan tangan.

Mengenai pengering, penggunaannya sangat tidak dianjurkan. Kenapa? Karena temperatur tinggi merusak serat insert, juga merusak karet bagian outer clodi, khususnya di bagian paha. Hal ini juga membuat performa clodi menurun. Kemampuan insertnya untuk menyerap cairan akan sangat berkurang.

Sejalan dengan tidak bolehnya bagian-bagian clodi ini terkena panas yang terlalu tinggi, maka hindarkan juga penggunaan setrika. Oh ya, untuk mesin cuci front load atau top load yang satu tabung, karena biasanya proses pengeringannya dijadikan satu dengan pencucian, maka tidak dianjurkan penggunaannya untuk clodi.

Panas matahari-lah yang paling baik untuk pengeringan. Bila sedang musim hujan, silakan diakali, seperti penggunaan kipas angin, dll, asal tidak dengan setrika maupun pengering mesin cuci.

3. Stripping

Stripping atau “melucuti (detergent) dari insert” bisa dilakukan dengan berbagai cara:

– Pencucian dengan air mengalir terus menerus hingga busa tidak lagi keluar

– Penggunaan jeruk nipis yang diteteskan pada insert clodi maupun inner clodi

– Penggunaan beberapa produk pencucian, misalnya RLR

– Penggunaan air panas untuk mencuci insert. Namun, penggunaan air panas ini menjadi pilihan terakhir karena akan merusak pori-pori insert.

Ini adalah panduan secara umum untuk pencucian clodi (juga pembalut kain). Namun begitu, saat berpopok kain, biasanya mommies akan menemukan cara-cara baru hasil modifikasi dari “peraturan umum” yang sudah ada. Silakan disesuaikan dengan berbagai kondisi di rumah 🙂

Happy cloth diapering and saving the Earth! 🙂