Pakai Popok Kain Yuk ^_^

Popok kain modern alias cloth diapers alias clodi adalah popok kain yang bisa dipakai ulang untuk menampung pee maupun poo si baby. Saya deskripsikan clodi ini sebagai teknologi yang menggabungkan popok kain konvensional yang hanya menampung satu kali pipisnya si Kecil dengan popok modern sekali pakai (pospak) yang bisa menampung pipis si Kecil hingga berkali-kali. Ya: clodi ini merupakan popok kain yang bisa menampung pipis si Kecil hingga berkali-kali.

10kg baby on B-dipe
Sabai 10,5 kg on B-dipe

Kayak apa sih popok kain ini? Penampakannya jarak dekatnya begini:

B-dipe Galaxy 3-15kg
B-dipe Galaxy
3-15kg

“Lalu kenapa pilih clodi sih, Bun?” itu salah satu pertanyaan yang paling saya sering dengar. Biasanya jawaban saya begini:

1. Popok sekali pakai itu luarrrrrrr biasa sampahnya. Coba deh bunda berhitung dalam sehari si Kecil pakai berapa popok? Kalau gantinya 8 jam sekali, 3 popok sudah jadi sampah tiap harinya. Kalau gantinya 6 jam sekali, maka 4 popok akan menambah landfill (tempat pembuangan sampah akhir) tiap harinya. Nah kalau popok si kecil diganti tiap 12 jam sekali, ya memang hanya 2 buah popok tiap harinya yang akan sampai di tempat sampah. But waaaaiiitt…12 jam baru ganti popok?! waduuuuh, jangan deh Bun!

2. Demi menghemat Rupiah, jangan korbankan kesehatan si kecil karena pakai popok dalam jangka waktu yang lama merupakan salah satu penyebab munculnya ruam popok. Kulit si baby jadi merah-merah, bahkan ada yang menyebabkan infeksi karena kuman-kuman dari urine jadi masuk lagi ke saluran pipisnya.

Nah, dengan clodi yang bisa dipakai ulang, kalaupun ganti popok berkali-kali dalam sehari, tidak membuat jadi bangkrut karena popok yang sudah dipakai tidak dibuang. Sehingga mommies tidak perlu beli popok lagi, beli popok lagi. Ini membuat mommies leluasa untuk mengganti popok dengan frekuensi yang cukup sering (misalnya 4 kali sehari) walaupun cuma punya popok 14 set, misalnya.

3. Total belanja clodi dalam masa satu anak sampai dia lulus toilet training itu pasti lebih murah daripada belanja popok sekali pakai walaupun yang paling murah sekalipun. Hitung-hitungannya begini:

Anggap saja satu buah popok sekali pakai (pospak) harganya Rp. 2,500. Jika satu orang anak menggunakan 3 popok dalam satu hari. Berarti dia memakai:

3 popok x 365 hari = 1.095 popok selama setahun, atau setara dengan 2.190 popok hingga dia lulus toilet training dan tidak pakai popok lagi di usia dua tahun (kalau baru akan lulus toilet training di usia tiga tahun, maka jumlah popok yang dipakai mungkin bisa lebih dari 2.500 buah). Artinya, pengeluaran untuk popok si Kecil adalah

2.190 popok x Rp. 2.500 = Rp. 5.475.000. Memang saya jadi tidak heran ya kalau pospak diincer ibu-ibu kalau pas lagi ada discount di supermarket! Berarti memang secara tidak langsung mommies menyadari bahwa pengeluaran popok sekali pakai ini sedikit banyak membebani pengeluaran rumah tangga.

Nah, berapa sih total pengeluaran beli popok kain modern? Anggaplah dalam sehari si kecil memakai 4 popok. Supaya gak terburu-buru mencuci untuk “kejar tayang” pemakaian, maka dibutuhkan 4 hari rotasi popok. Berarti paling tidak, mommies harus punya 4 popok x 4 hari = 16 popok. Mari berhitung kalau koleksi Mommies adalah popok kain lokal yang kualitas bagus:

16 popok x Rp. 84,000 = Rp. 1,344,000!! Yes: hemat Rp. 4,131,000!!!

Coba dihitung kalau mommies mau punya clodi import yang satu bijinya harganya Rp. 250,000.

16 popok x Rp. 250,000 = Rp. 4,000,000! Yep, masih lebih hemat Rp. 1,475,000! Lumayan untuk beli detergennya 🙂

4. Daaaan, saya doyan banget deh belanja clodi karena, yaa ampuuun, motif dan bentuknya lucu-lucu banget dan gak membosankan kayak pospak yang biasanya cuma satu warna: putih. Intip ke sini deh kalo mau liat beberapa contoh yang lokal dan yang import

5. Terakhir: pengalaman beberapa teman dan customer clodi saya, clodi ini bisa diturunin dari kakaknya ke adeknya saat punya baby lagi 

Jadi, kenapa masih harus tunggu untuk beralih ke clodi? Coba bayangkan, kalau saja dulu ibu-ibu kita sudah memakaikan kita popok sekali pakai, sekarang ini sampah popok sudah menggunung seperti apa. Apa kita mau mewariskan Bumi yang penuh sampah popok kepada anak-anak kita saat mereka dewasa nanti?